, ,

Bocah 12 Tahun di Gorontalo Diduga Dianiaya Oknum Polisi Orang Tua Lapor Polda

oleh -384 Dilihat

Ruang Gorontalo– Seorang bocah berusia 12 tahun di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, menjadi korban dugaan penganiayaan oleh seorang oknum anggota polisi. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (5/9/2025) itu meninggalkan luka fisik maupun trauma psikologis mendalam bagi korban, Nazriel alias MNJ.

Kronologi Kejadian

Menurut penuturan ayah korban, Elfis (40), kejadian bermula saat Nazriel bermain bola bersama teman-temannya setelah salat Asar. Seperti lazimnya anak-anak, sempat terjadi keributan kecil di lapangan.

“Dia habis main bola, sempat ada ribut kecil, tapi sebenarnya cuma masalah anak-anak. Karena sudah kesal, dia dibentak dan digertak. Ibunya anak itu yang melihat, lalu dia lapor ke suaminya,” ujar Elfis.

Suami dari wanita tersebut, yang diketahui merupakan anggota kepolisian, kemudian mencari Nazriel. Saat itu, Elfis sedang berada di Gorontalo Utara dan sempat mengingatkan istrinya agar menunggu dirinya pulang sebelum membicarakan masalah itu.

Namun nahas, ketika Nazriel kembali ke masjid menjelang salat Magrib, ia justru bertemu dengan pelaku dan mengalami pemukulan.

“Anak saya pulang dari masjid merasa tidak ada masalah. Dia main seperti biasa, kemudian waktu Magrib kembali lagi ke masjid. Nah, di situlah terjadi pemukulan,” kata Elfis.

Nazriel mengaku dipukul berkali-kali dengan kayu berukuran besar hingga mengalami luka lebam. “Itu bukan kayu kecil, tapi kayu besar. Anaknya bilang sudah lupa berapa kali dipukul. Yang jelas berkali-kali,” jelas Elfis.

Luka dan Trauma

Tidak hanya meninggalkan luka di tubuh, insiden itu juga membuat Nazriel mengalami perubahan perilaku drastis. Anak yang sebelumnya ceria kini menjadi pendiam, murung, dan bahkan enggan keluar rumah.

Kronologi Bocah SMP Gorontalo Diduga Dianiaya Oknum Polisi Usai Main Bola - Tribun Gorontalo

Baca Juga: Pemprov Gorontalo Targetkan 16 Ribu KPM Terima Bantuan Pangan Bergizi Sepanjang 2025

Hal senada diungkapkan Hasna Hani (35), ibu korban. Ia mengaku sangat terpukul melihat kondisi putranya yang sering menunduk bila berjumpa orang lain.

“Yang saya pikir sekarang cuma masa depan dia. Ketemu orang saja sudah takut, apalagi kalau diingatkan soal kejadian itu. Besok saya berencana akan membawa dia ke kantor PPA supaya ada pendampingan psikologis,” kata Hasna.

Laporan Polisi dan Proses Hukum

Tak terima dengan perlakuan tersebut, keluarga korban langsung membuat laporan resmi di SPKT Polda Gorontalo pada Jumat malam, sesaat setelah kejadian. Nazriel juga telah menjalani visum di RS Bhayangkara Gorontalo, meski hasilnya masih menunggu.

Menurut Elfis, meski ada permintaan maaf dari pihak pelaku, keluarga tetap akan melanjutkan proses hukum. “Kalau anak saya salah, seharusnya datang ke rumah dan bicara baik-baik. Bukan main pukul. Walaupun ada permintaan maaf, proses hukum tetap harus jalan. Ini harus jadi pembelajaran,” tegasnya.

Elfis menambahkan, status pelaku sebagai aparat kepolisian justru membuat dirinya semakin kecewa. “Seharusnya polisi jadi pelindung masyarakat, bukan malah melakukan kekerasan. Apalagi terhadap anak-anak.”

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.