Ruang Gorontalo– Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, bersama Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, meninjau langsung kesiapan operasional Sekolah Rakyat Rintisan di Desa Tutulo, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo
Sekolah ini menempati gedung milik BKD-Diklat Pemkab Boalemo dan dijadwalkan resmi beroperasi pada 30 September 2025. Kehadirannya diharapkan menjadi salah satu terobosan dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, khususnya yang berasal dari keluarga kategori desil satu dan dua atau masyarakat berpenghasilan rendah.
Fasilitas Lengkap Berbasis Boarding School
Sekolah Rakyat Rintisan Boalemo memiliki kapasitas 75 siswa yang terbagi menjadi dua rombongan belajar (rombel) jenjang SD dengan jumlah 50 siswa, serta satu rombel jenjang SMP dengan jumlah 25 siswa.
Selain fasilitas pendidikan dasar seperti ruang kelas dan perkantoran, sekolah ini juga ditunjang oleh sarana pendukung yang cukup lengkap, antara lain:
-
Asrama putra dan putri masing-masing lima kamar
-
Dua rumah dinas guru
-
Laboratorium
-
Aula serbaguna
-
Masjid
-
Dapur umum
Model pembelajaran akan menerapkan sistem boarding school, sehingga para siswa tidak hanya mendapat pendidikan formal, tetapi juga pembinaan karakter, kedisiplinan, serta penguatan spiritualitas.
Perekrutan dengan Sistem Khusus
Proses perekrutan siswa dilakukan melalui pendataan langsung oleh Dinas Sosial, dengan menyasar anak-anak yang memenuhi kriteria:
-
Putus sekolah
-
Tidak melanjutkan pendidikan meski lulus sekolah
-
Berasal dari keluarga berpenghasilan rendah (desil 1–2)
“Sekolah Rakyat ini masih berupa rintisan untuk tahun pelajaran sekarang, sambil menunggu pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Wonosari selesai. Guru dan siswa sudah siap, bahkan pada 25 September mereka mulai masuk ke asrama,” ujar Gubernur Gusnar.
Tenaga Pendidik dan Kependidikan

Baca Juga: 2.041 Siswa SMK Negeri 1 Kota Gorontalo Nikmati Program Makan Bergizi Gratis
Untuk menunjang sistem pembelajaran, sekolah ini didukung oleh sumber daya manusia yang lengkap, antara lain:
-
9 guru pengajar
-
1 kepala sekolah
-
Tenaga tata usaha, bendahara, dan operator sekolah
-
8 wali asuh dan 4 wali asrama
-
6 security
-
4 juru masak
-
6 petugas kebersihan
Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, menuturkan bahwa pengajuan Sekolah Rakyat di Gorontalo pertama kali berasal dari inisiatif Pemkab Boalemo atas dorongan Gubernur.
Sebagai syarat utama, Pemkab Boalemo telah menyiapkan lahan seluas 10 hektar bersertifikat di Desa Bongo 3, Kecamatan Wonosari.
“Untuk sementara kita gunakan fasilitas BKD-Diklat agar program ini bisa segera berjalan. Mudah-mudahan sekolah rakyat ini bukan hanya meningkatkan taraf ekonomi, tetapi juga melahirkan generasi berkualitas dengan pendidikan setara sekolah reguler,” ungkap Lahmudin.






