Ruang Gorontalo– Suasana khidmat menyelimuti halaman Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo pada Rabu (1/10/2025) pagi, ketika ratusan peserta dari berbagai unsur mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam momentum bersejarah yang selalu diperingati setiap tanggal 1 Oktober.
Upacara yang dimulai tepat pukul 07.30 WITA itu diawali dengan masuknya pasukan upacara yang terdiri atas unsur TNI, Polri, Basarnas, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Gorontalo, serta perwakilan siswa SMA/SMK. Pasukan tersebut tampil rapi dan penuh semangat, menggambarkan kebersamaan dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Gorontalo. Kehadiran para tokoh penting itu menambah kekhidmatan peringatan yang menjadi pengingat kolektif bangsa Indonesia atas keteguhan dalam mempertahankan ideologi Pancasila.
Perwira dan Komandan Upacara
Bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Letkol Inf. Cahyo Nugroho Budiono, Komandan Batalyon Infanteri 713/Satya Tama. Sementara tugas Perwira Upacara dipercayakan kepada Kapten Inf. Zainuddin, Pasiter Kodim 1304/Gorontalo. Keduanya memimpin jalannya prosesi dengan penuh disiplin dan kehormatan.

Baca Juga: Dekranasda Gorontalo Tegaskan Komitmen Perkuat Wastra Karawo hingga Mendunia
Setelah penghormatan kepada inspektur upacara, seluruh peserta larut dalam mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, khususnya pahlawan revolusi yang gugur mempertahankan ideologi negara. Gubernur Gusnar Ismail kemudian membacakan teks Pancasila, diikuti oleh seluruh peserta upacara dengan lantang dan penuh keyakinan.
Pancasila Perekat Bangsa
Tahun ini, peringatan Hari Kesaktian Pancasila mengusung tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”. Tema tersebut menjadi pengingat penting bahwa Pancasila tidak hanya sekadar dasar negara, tetapi juga simbol persatuan yang menyatukan keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa di seluruh penjuru tanah air.
Gubernur Gusnar dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan.
“Pancasila telah terbukti menjadi perekat yang menyatukan kita semua dalam satu semangat Indonesia. Tugas kita adalah menjaga dan mengamalkannya dalam setiap aspek kehidupan agar bangsa ini semakin maju dan berdaulat,” ujar Gusnar.





