, ,

Idah Syahidah Bagikan Tips Seimbangkan Peran Wakil Gubernur dan Ibu Rumah Tangga

oleh -375 Dilihat

Ruang Gorontalo– Menjadi pemimpin sekaligus tetap menjalankan peran sebagai seorang istri dan ibu bukanlah hal yang mudah. Namun, Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, membuktikan bahwa keduanya bisa berjalan seiring. Dalam podcast bertema “Jadi Wakil Gubernur Perempuan Pertama di Gorontalo, Bagaimana Menyeimbangkan Antara Meja Dapur dan Meja Kerja” yang digelar di Studio Tribun Gorontalo Idah membagikan kisah inspiratif tentang perjalanan karier dan kehidupan pribadinya.

Perempuan dengan Peran Ganda

“Perempuan itu punya peran ganda. Jadi apapun jabatannya, dapur tetap tidak bisa ditinggalkan,” ujar Idah dengan senyum khasnya. Ia menegaskan bahwa jabatan publik yang diembannya tidak pernah mengurangi tanggung jawabnya terhadap keluarga.

Bagi Idah, mengurus suami dan anak-anak adalah kewajiban yang berjalan beriringan dengan tugas sebagai pejabat daerah. “Kita punya suami, punya anak-anak, yang harus kita siapkan kebutuhannya,” imbuhnya.

Karier Panjang Sebelum Politik

Idah bukanlah sosok yang tiba-tiba muncul di panggung politik. Perjalanannya terbilang panjang dan penuh proses. Ia memulai karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak tahun 1991, meniti berbagai jabatan birokrasi, hingga kemudian dipercaya duduk sebagai anggota DPR RI Komisi VIII.

Puncaknya, Idah mendapat amanah mendampingi Gubernur Gorontalo Gusnar dalam jabatan wakil gubernur. “Kalau ada yang bertanya, ibu kaget tidak tiba-tiba jadi wakil gubernur? Saya jawab tidak. Jabatan ini adalah hasil dari proses panjang yang sudah saya jalani,” tegasnya.

Sosok yang Dekat dengan Masyarakat

Selain menjalankan tugas pemerintahan, Idah dikenal aktif di berbagai organisasi. Ia memimpin PKK, Dekranasda, Pramuka, hingga komunitas disabilitas, dan kerap turun langsung ke desa-desa untuk melihat kebutuhan masyarakat.

Perannya di lapangan membuat Idah tidak hanya dipandang sebagai pejabat, tetapi juga sebagai “ibu” yang hadir bersama warga. Dalam berbagai kegiatan sosial, ia selalu berusaha memberi teladan bahwa kepemimpinan bukan sekadar mengeluarkan kebijakan, melainkan juga menyentuh hati rakyat.

Memanfaatkan Era Digital

Wagub Idah Syahidah Serahkan Bantuan Pangan, Ringankan Beban Masyarakat Rawan Pangan | DAILYPOST.ID

Baca Juga: Ratusan Keluarga di Ponelo dan Tihengo Nikmati Bantuan Pangan Bergizi

Di tengah padatnya aktivitas, Idah tetap aktif menggunakan media sosial. Namun baginya, dunia digital bukan sekadar ruang pencitraan. “Saya ingin menunjukkan bahwa perempuan bisa memimpin, bisa berkarier, sekaligus tetap menjadi istri dan ibu yang baik. Media sosial saya gunakan untuk menampilkan kepribadian yang sebenarnya,” katanya.

Langkah ini membuatnya semakin dekat dengan publik, terutama generasi muda yang banyak mengakses informasi melalui platform digital.

Kunci Keseimbangan: Dukungan Keluarga

Dalam kesempatan itu, Idah menekankan pentingnya dukungan keluarga, terutama dari suami, dalam perjalanan karier seorang perempuan. Pendidikan, keterampilan, dan komunikasi yang baik menjadi fondasi utama agar peran ganda tetap bisa berjalan tanpa saling mengorbankan.

“Paling penting adalah memiliki keterampilan, pendidikan, dan dukungan keluarga, terutama suami,” tuturnya penuh keyakinan.

Teladan Perempuan Gorontalo

Sebagai wakil gubernur perempuan pertama di Gorontalo, Idah Syahidah menjadi simbol bahwa perempuan mampu berkiprah di dunia politik tanpa harus melepaskan kodrat dan tanggung jawab domestik. Kisahnya memberi inspirasi bagi banyak perempuan di Gorontalo dan Indonesia, bahwa peran publik dan peran keluarga bisa dijalani secara seimbang.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.