, ,

Pemprov Gorontalo Targetkan 16 Ribu KPM Terima Bantuan Pangan Bergizi Sepanjang 2025

oleh -506 Dilihat

Ruang Gorontalo– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo terus memperkuat komitmennya dalam memastikan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat berpenghasilan rendah tetap terpenuhi di tengah gejolak harga bahan pokok. Sepanjang tahun 2025, Pemprov menargetkan sebanyak 16.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima bantuan pangan bergizi, dengan alokasi anggaran mencapai Rp3 miliar.

Bantuan ini diprioritaskan bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan pangan maupun wilayah terdampak bencana, di mana akses dan daya beli masyarakat terhadap bahan pangan sering kali terbatas.

Penyaluran Perdana di Kecamatan Telaga

Sebagai bagian dari target besar tersebut, penyaluran perdana dilakukan pada Sabtu (6/9/2025) di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Sebanyak 154 KPM mulai menerima paket bantuan pangan bergizi yang digelar di Kantor Desa Ulapato A.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, didampingi Bupati Gorontalo Sofyan Puhi serta Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira.

Adapun penerima di Kecamatan Telaga mencakup dua desa, yakni:

  • Desa Ulapato A: 106 KPM

  • Desa Mongolato: 48 KPM

Masing-masing keluarga menerima paket berisi minyak goreng 2 liter, beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, serta telur 10 butir. Jika dihitung, nilai bantuan tersebut setara dengan Rp180.000 per paket.

“Alhamdulillah, ini wujud kepedulian pemerintah di tengah kondisi harga kebutuhan pokok yang sedang tinggi. Semoga bantuan ini meringankan kebutuhan rumah tangga masyarakat untuk beberapa hari ke depan,” ujar Idah.

Pemprov Gorontalo Targetkan 16 Ribu KPM Terima Bantuan Pangan Bergizi – Berita Gorontalo

Baca Juga: Laskar Macan Asia Desak Mabes Polri Bongkar Tambang Emas Ilegal di Gorontalo

Strategi Penentuan Wilayah Penerima

Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Ramdan Pade, menjelaskan bahwa penentuan wilayah penerima tidak dilakukan secara sembarangan. Ada analisis berbasis data yang mempertimbangkan perbandingan antara luas lahan pertanian dan jumlah penduduk.

“Jika jumlah penduduk lebih besar daripada kapasitas produksi pertanian, maka wilayah tersebut tergolong rawan pangan dan membutuhkan intervensi. Selain itu, tingkat pendapatan masyarakat juga kami jadikan indikator,” ungkap Ramdan.

Paket bantuan yang diberikan pun tidak sekadar memenuhi kebutuhan pokok, melainkan juga memperhatikan asupan gizi masyarakat. Menurutnya, kerawanan pangan tidak selalu berarti masyarakat tidak makan, melainkan pola makan yang kurang bergizi dan beragam.

Pesan Khusus dari Wakil Gubernur

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Idah Syahidah juga berpesan agar bantuan yang diterima masyarakat benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan memamerkan bantuan di media sosial, melainkan lebih fokus pada pemanfaatan untuk kebutuhan sehari-hari keluarga.

Selain itu, Idah mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan kesehatan keluarga, serta memastikan anak-anak tetap bersekolah. Ia menekankan bahwa program bantuan pangan ini juga selaras dengan upaya pemerintah dalam menekan angka stunting dan pernikahan dini, dua persoalan serius yang masih dihadapi di beberapa wilayah Gorontalo.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.