Ruang Gorontalo– Upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat kembali diwujudkan melalui program Bantuan Rawan Pangan Bergizi Gratis yang digagas Pemerintah Provinsi Gorontalo. Kali ini, giliran warga di wilayah pesisir dan kepulauan merasakan manfaatnya. ratusan keluarga penerima manfaat (KPM) di Kecamatan Ponelo Kepulauan, Kabupaten Gorontalo Utara, mendapat bantuan pangan yang diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie.
Perjalanan Laut Menuju Ponelo
Untuk mencapai lokasi penyaluran, rombongan Wakil Gubernur bersama tim harus menempuh perjalanan laut sekitar 20 menit dari Pelabuhan Kwandang. Dengan menggunakan perahu kecil milik warga, perjalanan ini tidak hanya memperlihatkan tantangan akses menuju daerah kepulauan, tetapi juga menjadi bukti nyata kesungguhan pemerintah dalam menjangkau masyarakat hingga pelosok.
Sesampainya di Dusun Baruga, Desa Malambe, rombongan disambut hangat warga. Penyerahan bantuan pun dilakukan secara simbolis oleh Wagub Idah, didampingi Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjanah Yusuf dan Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Ramdan Pade.
278 Paket Bantuan Disalurkan
Sebanyak 211 paket bantuan pangan disalurkan di Desa Malambe dan Desa Ponelo, dengan rincian 161 paket untuk Malambe dan 50 paket untuk Ponelo. Tak berhenti sampai di situ, sebelum kembali ke daratan, Wagub Idah juga menyempatkan diri mengunjungi Desa Tihengo untuk menyerahkan tambahan 67 paket bantuan pangan, sehingga total penyaluran di Ponelo Kepulauan mencapai 278 paket.
Paket sederhana namun bergizi ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pangan masyarakat untuk beberapa hari ke depan.
Pesan Penting: Jaga Kesehatan dan Pendidikan Anak
Dalam sambutannya, Idah Syahidah mengingatkan masyarakat Ponelo Kepulauan agar tidak hanya bergembira menerima bantuan, tetapi juga senantiasa memperhatikan kesehatan keluarga serta masa depan anak-anak.
Ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai bekal utama generasi muda. Salah satu masalah yang disorot adalah masih maraknya praktik pernikahan usia dini di sejumlah wilayah Gorontalo Utara.

Baca Juga: Tanggidaa Group Gorontalo Sulap Sampah Plastik Jadi Furniture Tembus Pasar Nasional
“Jangan sampai anak baru lulus SMP sudah dinikahkan. Biarkan mereka sekolah dulu, raih pendidikan yang cukup, baru ketika usianya sudah matang, sekitar 20 tahun, barulah boleh menikah. Kita berharap di desa ini praktik pernikahan dini bisa berkurang, bahkan tidak ada sama sekali,” tegas Idah.
Komitmen Pemerintah Hadir di Tengah Keterbatasan
Wagub Idah tidak menutup-nutupi kenyataan bahwa anggaran pemerintah terbatas. Namun, keterbatasan itu tidak menghalangi komitmen Pemprov Gorontalo untuk terus menghadirkan program nyata bagi rakyat. Menurutnya, sekecil apa pun bantuan yang diberikan tetap harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Sebisa mungkin dengan keterbatasan anggaran, pemerintah harus hadir untuk masyarakat. Selamat menikmati bantuan ini untuk beberapa hari ke depan,” ujarnya.





